Laporan Akhir 2



Percobaan 3
1. Jurnal
[Kembali]

2. Alat dan Bahan [Kembali]
a) Modul Arduino 


b) Dot Matrix

c) Breadboard


d) Jumper
e. Dipswitch




3. Rangkaian Simulasi [Kembali]



4. Prinsip Kerja [Kembali]
Arduino Uno berperan sebagai mikrokontroler yang memproses data dan memberikan instruksi kepada LED display. Arduino Uno mengirimkan data ke IC MAX7219 melalui pin data D0-D7. Data tersebut menentukan segmen LED mana yang harus menyala dan mana yang harus mati. IC MAX7219 menerima data dan menyimpannya dalam buffer internal, memiliki 1 pin clock (CLK) yang digunakan untuk menyinkronkan pengiriman data. Ketika pin latch (LOAD) diaktifkan, data dari buffer internal ditransfer ke LED display. LED display kemudian menampilkan data yang diterima dari IC MAX7219.

5. Video Percobaan [Kembali]



6. Analisa [Kembali]
1. Analisa pengaruh pemasangan dipswitch dengan program yg di pakai, apakah pull up atau pull down!
    Jawab:
Pull-Up Resistor,  menghubungkan pin input mikrokontroler ke tegangan positif (Vcc). Ketika Dip Switch tidak terpasang, pin input mikrokontroler akan selalu berada pada tegangan Vcc. Dip Switch dapat digunakan untuk menghubungkan pin input mikrokontroler ke ground (GND) atau Vcc. Contoh, Jika Dip Switch di ON, pin input akan terhubung ke Vcc dan program akan membaca nilai HIGH dan jika Dip Switch di OFF, pin input akan terhubung ke GND dan program akan membaca nilai LOW.

2. Jelaskan kenapa output dotmatriks bisa seperti pada percobaan, apa yg mempengaruhi, jelaskan juga pinnya
    Jawab:
Output dot matrix pada percobaan dihasilkan dengan cara mengaktifkan LED-LED tertentu pada dot matrix secara berurutan. Pola aktivasi LED ini dikendalikan oleh program yang diunggah ke mikrokontroler. Pin mikrokontroler digunakan untuk mengendalikan aktivasi LED pada dot matrix. Jumlah pin yang dibutuhkan tergantung pada jumlah LED pada dot matrix. Pin mikrokontroler dikonfigurasi sebagai output untuk mengendalikan LED.

7. Download [Kembali]